Permata Topaz



Batu cincin topaz adalah sebuah batu yang terdiri dari alumunium oxide dan kiezelzuur, memiliki tingkat kekerasan mencapai 7 sd. 8 skala Mohs. Batu topaz tergolong batu mulia dan merupakan salah satu jenis yang memiliki keindahan yang unik. Tak heran jika batu topaz banyak digunakan sebagai perhiasan seperti misalnya untuk gelang, kalung atau cincin.

Di negara Indonesia sendiri, banyak sekali nama-nama untuk menyebut batu topaz ini. Ada yang menyebutnya batu daud, mirah cempaka dan ada juga yang menyebutnya batu selong.

Ada satu hal yang menjadi kelemahan batu cincin  topaz ini. Meskipun batu ini termasuk salah satu batu yang sangat keras, tetapi apabila batu ini terbentur dengan sangat keras atau mengalami perubahan suhu yang sangat ekstrim, batu topaz ini bisa rusak atau retak. Maka dari itu, bagi Anda yang memiliki batu topaz harus menjaganya betul-betul dari perubahan suhu atau benturan yang keras.

Bahwa batu topaz sangat beragam warnanya. Mulai dari cokelat (smoky topaz), merah muda, ungu dan biru. Bahkan ada beberapa jenis batu topaz yang tidak berwarna atau transparan dan memiliki beberapa warna pada satu batu. Akan tetapi jenis batu topaz yang paling sering diburu orang adalah batu topaz yang berwarna biru, merah keemasan atau jingga. Dan apabila Anda ingin membeli batu topaz dengan harga yang lebih murah, carilah batu topaz yang warnanya biru muda.

Batu topaz yang berkualitas super biasanya mengeluarkan kilauan yang sangat terang, kristalnya pun bening, dan apabila batu topaz ini disentuh akan terasa licin. Uniknya dari batu ini adalah, jika Anda coba gosok-gosok batu ini dengan keras, maka akan bisa mengeluarkan percikan api atau listrik statis di batunya.

Batu topaz yang berkualitas bagus ini harganya cukup mahal, dan apabila Anda takut tertipu dengan batu topaz palsu, ada beberapa tips yang harus Anda lakukan. Belilah cairan bromoform di apotik, lalu coba celupkan batu topaz tersebut ke cairan bromoform. Nah, apabila batu topaz tersebut tenggelam, hal tersebut mengindikasikan bahwa batu topaz yang Anda beli adalah asli. Namun sebaliknya, apabila batunya justru mengambang berarti batu topaz tersebut palsu. Selain batu topaz, cairan bromoform ini biasanya juga digunakan untuk menguji keaslian batu cinin permata aquamarine. Apabila batu aquamarine mengapung, maka batunya asli. Tetapi jika tenggelam, maka batunya adalah palsu.

Dan cara termudah untuk memeriksa keaslian batu topaz serta terbaik untuk dilakukan adalah dengan membawa ke lab batu mulia seperti IGL ASIA yang sudah terpercaya sejak tahun 1979 untuk mendapatkan laporan singkat pada sebuah Gem ID.

Batu topaz ini banyak ditambang di Brazil. Bahkan salah satu negara bagian di Brazil ini menjadi tempat penghasil batu topaz terbesar di dunia. Yaitu terletak di Minas Gerais. Sudah berlangsung selama 300 tahun daerah distrik Ouro Preto di Brazil ini menjadi penghasil batu topaz berwarna kuning, merah muda dan oranye terbesar di dunia. Negara lain selain brazil antara lain adalah Amerika Serikat, Meksiko, Rusia, Australia, Jerman, Pakistan, Srilanka, dan Myanmar. Batu yang sering menjadi batuan di cincin ini biasanya ditemukan tidak dalam bentuk kristal kecil, melainkan dalam bentuk kristal besar yang beratnya berkilo-kilo.

Ciri Keaslian dan Kualitas Batu Topaz

Dalam menentukan ciri batu topaz harus memakai loop 10x khusus untuk topaz yang berkualitas VSI to IF dan ciri-ciri keaslian yang utama dari sebuah batu topaz adalah adanya serat halus selain serat kristal kasar dan inklusi (kotoran alami batu mulia). Sedangkan untuk kualitas ditentukan sebagai berikut:
 Warna, warna yang lebih pekat seperti pada Swiss Blue Topaz dan London Blue Topaz semakin indah untuk dilihat
Cahaya, nyala cahaya dari dalam yang berkerlip di permukaan juga menjadi faktor penilaian keindahan batu topaz, cahaya yang tajam, menyala di seluruh bagian batu topaz dan berkilau atraktif merupakan ciri batu topaz berkualitas bagus.
Kebeningan dan kebersihan, semakin bening semakin mudah batu topaz menyerap dan memancarkan cahaya yang anda dan semakin indah dilihat, hanya saja jika terlalu bening kita wajib cek dengan loop 10x apakah ada serat halus atau tidak karena jika tidak ada berarti itu bukan batu mulia namun merupakan batu imitasi dan cahayanya juga tidak atraktif, warna biasanya berkesan “mati”.
Potongan dan Ukuran, potongan yang proporsional atau rapih juga menjadikan tolak ukur kualitas sebuah batu mulia dan ini juga berlaku di batu topaz. Ukuran yang lebih besar biasanya mempengaruhi ke harga, karena batu mulia tidak seperti emas yang mana tidak bisa di lebur dan dijadikan lebih besar.
Struktur Fraktal, struktur fraktal yang lebih padat atau lebih kecil dan rapih tentu menambah keindahan pencahayaan nyala luster di dalam dan otomatis menjadikan batu topaz tersebut semakin atraktif kerlipan cahayanya.


Sumber: www.aisyahisaura.com dan www.mauorder.com

Batu Topaz , Mengenal lebih dalam



Salah satu budaya di indonesia adalah mengkoleksi batu mulia atau batu akik. Kali ini kita akan membahas batu Topaz atau batu yang memiliki nama lain seperti Batu Ratna Cempaka, Mirah Cempaka, Daud, dan Batu Selong.

1.    Asal

Topaz adalah batu mulia yang terbentuk dari silikat mineral alumunium dan fluorine. Topaz alami sebenarnya tidak berwarna dan jernih, namun umumnya selalu ternoda oleh beragam zat saat pembentukannya. Sehingga di alam ditemukan Topaz dalam warna yang beragam. Topaz termasuk dalam batuan pegmatit, yang juga memproduksi Chrysoberil. Batu mulia ini ditemukan pertama kali di Portugis tahun 1768, yang ditemukan adalah jenis Imperial Topaz.

2.    Ciri-ciri

a.    Bentuk : Kristal, tergantung pemolesan.

b.    Warna : Kuning, oranye, cokelat, merah muda sampai merah sampai ungu merah, biru, hijau muda, dan tidak berwarna.

c.    Kandungan : Topaz dengan komposisi kimia Al2(F,OH)2SiO4.

d.    Indeks Bias : 1,619 – 1,627.

e.    Pembiasan Ganda : 0,008 – 0,010.

f.    Berat Jenis : 3,53.

g.    Skala Kekerasan (Mohs) : 8.

3.    Penilaian Topaz

a.    Color (Warna) : Topaz paling berharga adalah yang berwarna oranye merah sampai merah. Topaz berwarna biru banyak tersedia di pasaran batu mulia.

b.    Clarity (Kejelasan) : Topaz dipergunakan dalam keadaan bersih tanpa adanya inklusi.

c.    Cut (Pemotongan) : Umumnya Kristal Topaz kolumnar, sehingga pemotongan dengan bentuk oval atau pir dapat meningkatkan nilainya.

d.    Carat Weight (Karat) : Topaz biasanya berupa kristal besar, maka dapat membentuk permata yang berkarat tinggi pula.

4.    Jenis-jenis Topaz

a.    Topaz Oranye : Topaz ini dikenal sangat berharga sebab kelangkaannya.

b.    Topaz Imperial : Berwarna kuning, merah muda (jarang ada yang alami), atau merah muda-oranye. Topaz Brazil umumnya berwarna kuning cerah sampai cokelat keemasan kuat, bahkan terkadang violet. Untuk mengubah warna Topaz cokelat, maka dilakukan treatment lanjutan agar menjadi batu Topaz lebih terang. Dalam jangka waktu lama, Topaz Imperial yang terpapar sinar matahari akan memudar warnanya.

c.    Topaz Biru : Merupakan batu permata negara bagian Texas Amerika Serikat, namun dihasilkan pula di Negara lain seperti Sri Lanka. Batu ini sangat jarang terjadi secara alami. Banyaknya Topaz biru, sebab Topaz berwarna terang dilakukan treatment dengan penyinaran dan iradiasi untuk menghasilkan warna biru gelap.

d.    Topaz Mistik : Topaz tanpa warna yang kemudian dilapisi secara buatan untuk memberikan efek pelangi sesuai keinginan.

e.    Topaz Sintetis : Topaz sintetis telah dibuat sejak tahun 1976 dengan proses iradiasi. Topaz yang ditirukan umumnya Topaz biru. Tidak hanya menghasilkan Topaz baru, namun juga melakukan treatment atas Topaz alami kualitas rendah.

f.    Topaz Terkenal
–    American Golden : Merupakan batu permata faset terbesar dengan berat 22.982 karat. Merupakan koleksi Smithsonian Institution.
–    Blaze Imperial Topaz : Memiliki berat 97,45 karat, adalah koleksi Museum of Natural History, Washington DC.
–    Topaz Adiel : Pemotongan Topaz 20.769 karat ini membutuhkan waktu satu tahun, dikerjakan oleh Richard Homer. Topaz ini juga merupakan koleksi Museum of Natural History.
–    12.555 karat Sphere : Topaz berbentuk faset, yang merupakan koleksi Smithsonian Institution.
–    Topaz Chalmers : Topaz ini beratnya 5.899,50 karat, yang ada di Museum of Natural History.

5.    Daerah Penghasil Topaz Di Indonesia

Indonesia tidak menghasilkan batu mulia jenis ini, namun mengimpor batu mulia tersebut dari luar negeri.

6.    Cara Memperoleh

a.    Penambangan adalah cara terbaik untuk memperoleh Topaz alami.

b.    Industri mengembangkan pembuatan Topaz secara sintetis. Topaz sintetis tidak hanya menghasilkan barang baru, namun juga memperbaiki batu alami yang kualitasnya kurang baik.

7.    Khasiat Batu Topaz

a.    Meningkatkan energi positif dalam tubuh, seperti ketajaman berpikir. Menolak bahaya dan memberikan kebahagiaan.

b.    Melindungi pemakainya dari penyakit-penyakit tertentu seperti penyakit gila atau gangguan jiwa.

c.    Topaz oranye untuk batu lahir bulan November dan Topaz biru untuk batu lahir bulan Desember.

8.    Harga

a.    Harga Emperan
Harga batu Topaz dengan kualitas dan karat rendah yang banyak dijual di kios atau emperan umumnya dihargai diatas Rp 50.000 sampai ratusan ribu rupiah.

b.    Harga Toko
Batu Topaz kualitas bagus dibanderol diatas Rp 1.000.000 sampai harga tidak terbatas, tergantung peminat dan kelangkaannya. Topaz mahal umumnya dijual di lelang permata.

9.    Cara Mengenali Topaz Asli

a.    Kenali batu Topaz asli dengan cairan bromoform yang dapat dibeli di apotek. Masukkan batu ke dalam cairan tersebut, selanjutnya jika Topaz asli akan tenggelam sedangkan yang palsu tetap mengambang.

b.    Batu Topaz asli memiliki kilau yang sangat tinggi, terang dan warnanya bening. Selain itu jika disentuhkan ke permukaan kulit akan terasa dingin dan licin. Batu Topaz palsu tidak akan memiliki ke semua ciri tersebut.

c.    Pengalaman adalah hal terpenting dalam perburuan batu mulia, maka ajaklah orang yang berpengalaman jika ingin melakukan transaksi batu mulia.

d.    Batu Topaz asli jika digosokkan akan menghasilkan percikan api dan menimbulkan listrik statis.


sumber : http://pusakapusaka.com/mengenal-batu-topaz.html

Mengenal Blue Topaz



Blue topaz merupakan batu kelahiran Desember, dan juga merupakan batu permata yang dianjurkan bagi pasangan yang merayakan ulang tahun pernikahan keempat, kesembilan belas, atau kedua puluh tiga.

Blue topaz telah menjadi salah satu batu permata yang saat ini paling populer di pasaran, karena kejernihannya, ketahanan, ketersediaan dan biayanya yang terjangkau. Namun saat ini topaz jarang ditemukan di alam, sehingga batu ini seringkali diciptakan secara buatan melalui kombinasi perlakuan panas dan iradiasi.

Topaz adalah salah satu dari mineral pegmatite yang terkenal seperti halnya beryl dan turmalin. Batu topaz yang berkualitas bagus mempunyai kilau yang sangat tinggi, terang, warnanya bening dan dingin jika disentuh bahkan licin. Apabila menggosok batu topaz ini dengan keras batu ini dapat mengeluarkan api atau hawa listrik yang menarik potongan kertas kecil-kecil.

Blue topaz memiliki warna seragam yang pasti, mulai dari warna biru langit hingga biru Swiss. Kadangkala batu ini dibingungkan dengan batu aquamarine yang lebih mahal. Namun aquamarine kadang-kadang berwarna biru kehijauan atau hijau kebiruan, sedangkan blue topaz akan selalu tampak biru atau abu-abu kebiruan. Satu-satunya pengecualian adalah untuk topaz jenis "permukaan disempurnakan", suatu proses yang diperkenalkan pada tahun 1998 untuk meningkatkan penampilan batu dan menghasilkan warna biru hingga biru kehijauan hingga hijau zamrud.

Kebanyakan blue topaz pada awalnya diperoleh dalam keadaan tidak berwarna atau berwarna sedikit, dari tempat-tempat seperti Brasil, Meksiko, Nigeria, Sri Lanka dan Cina. Kemudian diradiasi untuk mendorong perubahan warna dan dipanaskan untuk menstabilkan perubahan. Untuk mendapatkan warna biru yang dalam, para treater menggunakan bantuan penembak neutron sebelum memasarkan produk ini. Penembakan neutron adalah satu-satunya sarana untuk menghasilkan batu yang lebih kecil dengan warna yang mendalam. Meskipun batu mendapatkan iradiasi, para ahli mengatakan hal itu tidak menimbulkan bahaya kesehatan apa pun untuk si pemakai.

Selain biru, batu ini datang dalam berbagai warna, termasuk kuning keemasan, kuning oranye, oranye kemerahan, merah sherry (anggur), merah muda yang mendalam, coklat madu, hijau terang, dan banyak nuansa di sekitar warna-warna tersebut.

Dengan peringkat "8" pada skala Mohs kekerasan, topaz biru ini sangat kuat dan tahan lama dan cocok untuk dipakai sehari-hari. Walaupun batu topaz termasuk batu yang amat keras namun batu tersebut tidak boleh terbentur terlampau keras juga dan dalam perubahan suhu yang hebat secara tiba-tiba dapat membuat batu topaz retak.


Kegunaan atau manfaat

Batu topaz dipercayai memiliki pengaruh-pengaruh antara lain meningkatkan ketegasan dan berpikir logis, memberi penglihatan tajam dan kesabaran, membawa kebahagiaan, menolak penyakit-penyakit bahaya tertentu seperti penyakit gila dan melindungi pemakai dari ancaman bahaya.

Topaz dianggap memiliki tenaga penyembuhan. Menurut legenda, batu ini dapat memperbaiki penglihatan. Orang Yunani kuno percaya bahwa mereka memiliki tenaga untuk meningkatkan kekuatan dan membuat pemakainya tidak terlihat pada saat-saat yang genting. Topaz juga dikatakan mampu berubah warna di hadapan makanan atau minuman beracun. Budaya yang berbeda percaya bahwa batu ini bisa menyembuhkan insomnia, asma dan perdarahan; membawa persahabatan; mempromosikan kesabaran dan watak yang menyenangkan, dan menjamin kesetiaan. Juga merupakan simbol cinta dan kasih sayang dan bahkan dianggap dapat mencegah kematian mendadak.

Tips Menentukan Kualitas Topaz

Jika anda takut membeli batu topaz yang palsu dianjurkan untuk membeli bromoform (semacam cairan) di apotik. Masukkan batu itu ke dalam bromoform tadi, jika batu itu tenggelam maka batu itu adalah batu topaz asli dan jika mengambang maka batu topaz itu palsu. Hal ini berbeda untuk menguji batu aquamarine yang disebut asli jika batu aquamarine tersebut mengambang di cairan bromoform.


Sumber: www.jewelry.com



Pancaran keindahan Batu Topaz
Deretan Batu Mulia yang masuk dalam kategori papan atas adalah Topaz. Kita banyak mengenal Topaz dengan warna pucat, kuning, biru, bahkan yang langka adalah yang berwarna merah jambu (rose muda). Tapi karena kemiripan dengan Aquamarine, sehingga sulit dengan metode biasa untuk membedakan mana Topaz, mana Aquamarine. Atau bisa juga mirip citrin. Bahkan teknologi yang dapat membuat Topaz sintetis makin berkembang, sehingga makin sulitlah orang mendapatkan batu mulia yang bernama Topaz ini. Takdir menggariskan bahwa Batu Topaz terdiri dari gugusan silikon yang mengandungi gabungan alumunium bersama dengan fluorine dan hidroxil. Asal muasal disebut Topaz berasal dari nama kepulauan Topazos yang terletak di Laut Merah. Selain Lapiz Lazuli, Topaz sudah dikenal sejak jaman Mesir Kuno. Pada zaman dahulu, ukiran burung helang di batu topaz digunakan untuk menyatakan niat baik dari seorang raja, ratu dan hartawan. Orang Yunani mempercayai topaz memberikan kekuatan dari sisi penglihatan, baik penglihatan batin maupun fisik.

Keindahan Batu Topaz biasanya ditemui dalam bentuk kristal yang mempunyai kilauan prismatik dan memantulkan uraian cahaya yang melalui permata ini. Topaz biasanya ditemui dalam warna putih, kuning, dan biru. Selain itu, terdapat juga topaz yang berwarna keemasan, coklat, biru dan yang paling jarang ditemui berwarna merah jambu dan merah. Dari sisi kekerasan yang dimiliki, Topaz mempunyai kekerasan 7,5 - 8 pada skala Mohs, jadi Topaz ini sebenarnya masuk antara kategori permata kelas I dan kategori permata kelas II. Topaz merupakan batu permata yang mempunyai intrusion seperti batu granit. Mineral topaz ini dikenali secara saintifik berasal dari batuan dari Saxony (German). Dilihat dari asalnya, Topaz banyak ditemui di Brazil, Amerika Serikat, Sri Lanka, Siberia, Nigeria, Brazil, Nigeria, Mexico dan Zaire sedangkan Topaz kuning biasa ditemui di Brazil, Jepang, Sri Lanka, dan Burma, Walaupun di Kalimantan pernah di klaim ada topas dari Kalimantan, tapi perlu di telusuri lebih jauh kebenarannya. Untuk Uni Soviet bisa dijumpai Topaz Merah Jambu disana. Batu Topaz yang tidak berwarna (lutsinar) banyak dijumpai di Brazil, German (Saxony), Nigeria, Zaire, dan Namibia. Topaz yang tidak berwarna ini memiliki warna yang agak pucat dan tidak banyak memancarkan cahaya. Topaz ini lebih mudah didapat, kalau di pasaran Indonesia bisa sekitar Rp 200.000,- sampai Rp 750.000,-.Walaupun mudah didapati dan tidak mendapat pasaran yang baik, dengan potongan yang menarik, topaz lutsinar ini dapat menghasilkan kilauan luster seperti diamond.

Batu Topaz yang biasa dijumpai dipasaran adalah yang berwarna kuning, dan orang banyak menyebut sebagai sherry topaz, golden topaz, atau Topaz kuning. Topaz ini biasa dipotong dalam bentuk oval atau pear. Batu Topaz yang berwarna kuning sangat mirip sekali dengan citrine. Sehingga perlu kejelian dan pengalaman bahkan kejujuran dari si penjual untuk mengatakan, ini topaz dan ini citrine. Tapi jelas ada perbedaan bagi yang paham, bahwa Topaz kuning ini mempunyai luster yang lebih kelihatan berbanding citrine dan Topaz mempunyai kepadatan yang lebih besar dibanding citrine. Untuk Topaz kuning yang satu ini peminat bisa merogoh paling tidak diatas 1 juta sampai puluhan juta untuk mendapatkan Topaz kuning yang asli dan berkualitas. Batu Topaz yang berwarna merah jambu (rose) merupakan topaz langka dan memiliki harga paling mahal. Pemotongan topaz ini biasanya dalam bentuk pear dan terdapat juga yang dipotong dalam bentuk “step cut” atau cutting. Topaz berwarna merah jambu mempunyai kepadatan yang lebih tinggi berbanding kunzite, morganite, dan tourmaline serta mempunyai inclusion yang sangat menarik sekaligus indah.

Selain berbicara warna kuning dan merah jambu, dijumpai juga Topaz yang berwarna biru, dan mempunyai varieti warna dari biru awan hingga ke biru jernih menuju transparan. Topaz berwarna biru mempunyai warna mirip sekali dengan aquamarine hanya bedanya adalah cahaya biru laut tidak muncul seperti pada aquamarine. Negara yang banyak terdapat Blue Topaz adalah di Brazil, Nigeria, dan Mexico.

Pancaran keindahan Batu Topaz warna , jenis topaz


Deretan Batu Mulia yang masuk dalam kategori papan atas adalah Topaz. Kita banyak mengenal Topaz dengan warna pucat, kuning, biru, bahkan yang langka adalah yang berwarna merah jambu (rose muda). Tapi karena kemiripan dengan Aquamarine, sehingga sulit dengan metode biasa untuk membedakan mana Topaz, mana Aquamarine. Atau bisa juga mirip citrin. Bahkan teknologi yang dapat membuat Topaz sintetis makin berkembang, sehingga makin sulitlah orang mendapatkan batu mulia yang bernama Topaz ini. Takdir menggariskan bahwa Batu Topaz terdiri dari gugusan silikon yang mengandungi gabungan alumunium bersama dengan fluorine dan hidroxil. Asal muasal disebut Topaz berasal dari nama kepulauan Topazos yang terletak di Laut Merah. Selain Lapiz Lazuli, Topaz sudah dikenal sejak jaman Mesir Kuno. Pada zaman dahulu, ukiran burung helang di batu topaz digunakan untuk menyatakan niat baik dari seorang raja, ratu dan hartawan. Orang Yunani mempercayai topaz memberikan kekuatan dari sisi penglihatan, baik penglihatan batin maupun fisik.

Keindahan Batu Topaz biasanya ditemui dalam bentuk kristal yang mempunyai kilauan prismatik dan memantulkan uraian cahaya yang melalui permata ini. Topaz biasanya ditemui dalam warna putih, kuning, dan biru. Selain itu, terdapat juga topaz yang berwarna keemasan, coklat, biru dan yang paling jarang ditemui berwarna merah jambu dan merah. Dari sisi kekerasan yang dimiliki, Topaz mempunyai kekerasan 7,5 – 8 pada skala Mohs, jadi Topaz ini sebenarnya masuk antara kategori permata kelas I dan kategori permata kelas II. Topaz merupakan batu permata yang mempunyai intrusion seperti batu granit. Mineral topaz ini dikenali secara saintifik berasal dari batuan dari Saxony (German). Dilihat dari asalnya, Topaz banyak ditemui di Brazil, Amerika Serikat, Sri Lanka, Siberia, Nigeria, Brazil, Nigeria, Mexico dan Zaire sedangkan Topaz kuning biasa ditemui di Brazil, Jepang, Sri Lanka, dan Burma, Walaupun di Kalimantan pernah di klaim ada topas dari Kalimantan, tapi perlu di telusuri lebih jauh kebenarannya. Untuk Uni Soviet bisa dijumpai Topaz Merah Jambu disana. Batu Topaz yang tidak berwarna (lutsinar) banyak dijumpai di Brazil, German (Saxony), Nigeria, Zaire, dan Namibia. Topaz yang tidak berwarna ini memiliki warna yang agak pucat dan tidak banyak memancarkan cahaya. Topaz ini lebih mudah didapat, kalau di pasaran Indonesia bisa sekitar Rp 200.000,- sampai Rp 750.000,-.Walaupun mudah didapati dan tidak mendapat pasaran yang baik, dengan potongan yang menarik, topaz lutsinar ini dapat menghasilkan kilauan luster seperti diamond.

Batu Topaz yang biasa dijumpai dipasaran adalah yang berwarna kuning, dan orang banyak menyebut sebagai sherry topaz, golden topaz, atau Topaz kuning. Topaz ini biasa dipotong dalam bentuk oval atau pear. Batu Topaz yang berwarna kuning sangat mirip sekali dengan citrine. Sehingga perlu kejelian dan pengalaman bahkan kejujuran dari si penjual untuk mengatakan, ini topaz dan ini citrine. Tapi jelas ada perbedaan bagi yang paham, bahwa Topaz kuning ini mempunyai luster yang lebih kelihatan berbanding citrine dan Topaz mempunyai kepadatan yang lebih besar dibanding citrine. Untuk Topaz kuning yang satu ini peminat bisa merogoh paling tidak diatas 1 juta sampai puluhan juta untuk mendapatkan Topaz kuning yang asli dan berkualitas. Batu Topaz yang berwarna merah jambu (rose) merupakan topaz langka dan memiliki harga paling mahal. Pemotongan topaz ini biasanya dalam bentuk pear dan terdapat juga yang dipotong dalam bentuk “step cut” atau cutting. Topaz berwarna merah jambu mempunyai kepadatan yang lebih tinggi berbanding kunzite, morganite, dan tourmaline serta mempunyai inclusion yang sangat menarik sekaligus indah.

Selain berbicara warna kuning dan merah jambu, dijumpai juga Topaz yang berwarna biru, dan mempunyai varieti warna dari biru awan hingga ke biru jernih menuju transparan. Topaz berwarna biru mempunyai warna mirip sekali dengan aquamarine hanya bedanya adalah cahaya biru laut tidak muncul seperti pada aquamarine. Negara yang banyak terdapat Blue Topaz adalah di Brazil, Nigeria, dan Mexico.

Anugerah Illahi dari sebuah Batu Topaz

Batu Topaz dipercaya masyarakat bahwa pemakainya dapat menolak bahaya (Tolak Baya), membantu mengatasi emosi negatif dan melindungi terhadap tekanan psikologi lawan. Sifat alam yang membawa keunikan batu topaz adalah bila digosok dengan keras dapat mengeluarkan api, dan daya listrik. Selain itu Batu Topaz diyakini dapat digunakan untuk menambah kekuatan, mencegah terjadinya penyakit ginjal dan kandung kemih (infeksi maupun lemah). Sedangkan untuk Topaz Biru, dapat menenangkan, memberi inspirasi dan menaikkan mood , berhubungan dengan dunia para malaikat dan peradaban kuno, batu ini dapat mengurangi gangguan tenggorokan, panas dalam, membantu komunikasi dan berekspresi bagi para seniman, menyejukkan seluruh tubuh dan mengurangi stress, serta memberikan perlindungan dari energy negatif, disamping menyembuhkan luka dan penderitaan emosional, memacu komunikasi verbal yang efektif dan jujur, mengurangi rasa sakit (khususnya para penderita sinusitis), dan merupakan penyembuh ampuh , bagus untuk paru-paru, tenggorokan, kelenjar thyroid, kelenjar thymus, dan organ jantung. Bagi anda para peminat Batu Topaz, perlu disiapkan uang lebih untuk mendapatkan batu idaman ini. Hanya saja jangan sampai salah dalam memilih…antara citrin atau topaz, topaz atau aquamarine…

sumber : https://satrio74.wordpress.com/2008/05/27/pancaran-keindahan-batu-topaz/

Mengenal Lebih Jauh Tentang Batu Topaz



Batu cincin permata yang akan kita kulik pada artikel kali ini adalah jenis batu topaz. Sebuah batuan yang terdiri dari alumunium oxide dan kiezelzuur. Nah, batu topaz ini menjadi salah satu batu yang paling keras karena memiliki niai kekerasan mencapai angka 8 berdasarkan skala keras Mohs. Angka tersebut menempatkan batu topaz di urutan keempat dari semua batu-batu mulia lainnya setelah batu intan, corundum, dan chrysoberyl.

Di negara Indonesia sendiri, banyak sekali nama-nama untuk menyebut batu topaz ini. Ada yang menyebutnya batu daud, mirah cempaka dan ada juga yang menyebutnya batu selong. Ada satu hal yang menjadi kelemahan batu cincin permata topaz ini. Meskipun batu ini termasuk salah satu batu yang sangat keras, tetapi apabila batu ini terbentur dengan sangat keras atau mengalami perubahan suhu yang sangat ekstrim, batu topaz ini bisa rusak atau retak. Maka dari itu, bagi Anda yang memiliki cincin permata batu topaz harus menjaganya betul-betul dari perubahan suhu atau benturan yang keras.

london blue topazOrang-orang di masa lalu beranggapan bahwa batu topaz ini hanya berwarna kuning. Namun belakangan diketahui bahwa batu topaz sangat beragam warnanya. Mulai dari cokelat (smoky topaz), merah muda, ungu dan biru. Bahkan ada beberapa jenis batu topaz yang tidak berwarna atau transparan dan memiliki beberapa warna pada satu batu (bi-color). Akan tetapi jenis batu topaz yang paling sering diburu orang adalah batu topaz yang berwarna biru, merah keemasan atau jingga. Dan apabila Anda ingin membeli batu topaz dengan harga yang lebih murah, carilah batu topaz yang warnanya biru muda.

Cincin permata batu topaz yang berkualitas super biasanya mengeluarkan kilauan yang sangat terang, kristalnya pun bening, dan apabila batu topaz ini disentuh akan terasa licin. Uniknya dari batu ini adalah, jika Anda coba gosok-gosok batu ini dengan keras, maka akan bisa mengeluarkan percikan api atau listrik statis di batunya.

Keaslian Batu Topaz

Batu topaz yang berkualitas bagus ini harganya cukup mahal, dan apabila Anda takut tertipu dengan batu topaz palsu, ada beberapa tips yang harus Anda lakukan. Belilah cairan bromoform di apotik, lalu coba celupkan batu topaz tersebut ke cairan bromoform. Nah, apabila batu topaz tersebut tenggelam, hal tersebut mengindikasikan bahwa batu topaz yang Anda beli adalah asli. Namun sebaliknya, apabila batunya justru mengambang berarti batu topaz tersebut palsu. Selain batu topaz, cairan bromoform ini biasanya juga digunakan untuk menguji keaslian batu cinicn permata aquamarine. Apabila batu aquamarine mengapung, maka batunya asli. Tetapi jika tenggelam, maka batunya adalah palsu.

Dan cara termudah untuk memeriksa keaslian batu topaz serta terbaik untuk dilakukan adalah dengan membawa ke lab batu mulia seperti IGL ASIA yang sudah terpercaya sejak tahun 1979 untuk mendapatkan laporan singkat pada sebuah Gem ID.

Batu topaz ini banyak ditambang di Brazil. Bahkan salah satu negara bagian di Brazil ini menjadi tempat penghasil batu topaz terbesar di dunia. Yaitu terletak di Minas Gerais. Sudah berlangsung selama 300 tahun daerah distrik Ouro Preto di Brazil ini menjadi penghasil batu topaz berwarna kuning, merah muda dan oranye terbesar di dunia. Negara lain selain brazil antara lain adalah Amerika Serikat, Meksiko, Rusia, Australia, Jerman, Pakistan, Srilanka, dan Myanmar. Batu yang sering menjadi batuan di cincin permata ini biasanya ditemukan tidak dalam bentuk kristal kecil, melainkan dalam bentuk kristal besar yang beratnya berkilo-kilo.

Harga Batu Topaz

Biasanya batu topaz yang paling banyak di gemari adalah yang berwarna biru pekat namun dengan kerlipan cahaya yang tajam serta atraktif. Batu topaz dengan warna biru muda sampai biru tua berkisar di harga Rp. 100.000 sampai Rp. 2.000.000 per carat, bahkan untuk topaz dengan kualitas keindahan yang lebih bagus lagi dapat mencapai puluhan juta per carat.


sumber : http://www.mauorder.com/mengenal-batu-topaz/

Mengenal Batu Topaz – Asal, Jenis, dan Perawatannya




Artikel dibawah ini membahas tentang asal, jenis, dan perawatan batu Topaz. Jika Anda ingin mengetahui kisaran harga batu ini, Anda bisa melihatnya disini: Harga Batu Topaz

Batu Topaz adalah silikat aluminium yang mengandung Fluorine dan Hydroxyl. Dalam bentuk murninya, batu Topaz tidak berwarna (putih bening). Batu Topaz memiliki sejarah setidaknya sejak dua ribu tahun yang lalu. Sejarah batu Topaz berawal dari Mesir ketika orang-orang Mesir kuno mempercayai bahwa batu Topaz kuning menerima warna emasnya dari dewa matahari, Ra. Beberapa orang juga percaya bahwa “Topaz” adalah kata dari Middle English, yang diambil dari kata Old French “Topace” dan Latin “Topazus”, yang juga berasal dari bahasa Yunani “Topazios” atau “Topazion”; nama kuno sebuah pulau di Laut Merah di mana orang-orang Yunani kuno menambang batu permata berwarna kuning yang mereka yakini sebagai batu Topaz. Nama pulau ini dalam bahasa Yunani berarti “Untuk Mencari”. Pulau ini dinamakan demikian karena sulit untuk menemukan pulau tersebut di antara kabut. Pulau ini sekarang dikenal sebagai “Zabargad” atau “St John’s Island”, dan diperkirakan bahwa batu permata yang ditambang oleh orang Yunani kuno sebenarnya adalah “Chrysolite”. Dalam kitab Perjanjian Lama Kristen juga ada referensi untuk Topaz, tapi yang dimaksud mungkin juga “Chrysolite”, bukannya Topaz. Kata “Topaz” juga bisa berasal dari bahasa Sansekerta “Tapas”, yang artinya “Api”.


Cara Mengidentifikasi dan Mengenali Batu Topaz:

Batu Topaz memiliki rumus kimia Al2SiO4(F,OH)2, dan bisa dibedakan dari Berlian (Diamond), batu Merah Delima (Ruby), batu Safir (Sapphire), Citrine, Apatite, Brazilianite, Zircon, Fluorite, Kunzite, Tourmaline, dan Orthoclase melalui tingkat kekerasannya (batu Topaz memiliki tingkat kekerasan 8 skala Mohs). Bisa dibedakan dari Aquamarine melalui struktur kristal ortorombik-nya. Phenakite bisa dibedakan dari Topaz melalui struktur kristal trigonal-nya. Spinel bisa dibedakan dengan Topaz melalui struktur kristal kubik-nya. Batu Topaz memiliki berat jenis yang lebih rendah dan komposisi kimia yang berbeda dengan Chrysoberyl, dan Chrysoberyl biasanya tidak memiliki fluoresensi, sedangkan Topaz memiliki beberapa fluoresensi lemah, yang bisa digunakan untuk membedakan antara keduanya. Batu permata Beryl juga sering keliru dianggap sebagai Topaz, tetapi memiliki Cleavage (kecenderungan kristal untuk pecah terbelah mengikuti struktur kristalnya) yang tidak jelas, sedangkan Topaz memiliki Cleavage yang sempurna. Banyak juga batu permata murah lainnya yang menyesatkan dijual sebagai Topaz, seperti Madeira Topaz, Occidental Topaz, Palmeira Topaz, Rio Topaz, Saffranite Topaz, Scottish Topaz, Smoky Topaz dan Spanish Topaz. Padahal, dalam banyak kasus, batu permata tersebut adalah jenis Citrine Quartz, kecuali Smoky Topaz, yang sebenarnya adalah Smoky Quartz. Indian Topaz, King Topaz dan Star Topaz sebenarnya semuanya adalah batu Safir (Sapphire). Berlian (Diamond) memiliki tingkat kekerasan 10 skala Mohs, sehingga sangat berbeda dengan Topaz putih dalam hal ini. Batu Topaz lebih lunak daripada batu Merah Delima (Ruby) ​​dan batu Safir (Sapphire), yang keduanya memiliki tingkat kekerasan 9 skala Mohs. Batu Topaz juga menunjukkan fenomena Pleochroism, yaitu warnanya terlihat berbeda ketika diamati dari sudut yang berbeda, terutama dengan cahaya terpolarisasi. Kebanyakan batu permata lain yang sejenis biasanya tidak bisa menunjukkan fenomena optik Pleochroism.

Warna batu Topaz berkisar dari tidak berwarna (putih bening), kuning, oranye, coklat-merah, biru muda sampai tua, merah muda sampai merah, violet (ungu muda) sampai hijau muda. Banyaknya warna-warna inilah alasan mengapa banyak yang salah membedakannya dengan batu permata lainnya. Batu Topaz yang paling murni tidak memiliki warna (putih bening) atau biru pucat. Batu Topaz yang paling langka dan paling berharga adalah yang berwarna kuning, atau pink hingga oranye kemerah-merahan, yang dikenal sebagai “Imperial Topaz” atau “Precious Topaz”. Beberapa batu permata Topaz yang berwarna cokelat kekuningan secara bertahap bisa memudar ketika terus-menerus terkena sinar matahari. Batu Topaz warna merah dan violet (ungu muda) benar-benar sangat langka.

Batu Topaz memiliki Clarity atau tingkat kejelasan Transparent (tembus cahaya tanpa difusi berlebihan atau mungkin memiliki rutile warna hitam atau cokelat kemerah-merahan atau inklusi lainnya) sampai Translucent (tembus cahaya tapi tidak transparan). Batu Topaz menjadi sangat berharga tinggi karena kemilaunya yang seperti kaca.

Batu Topaz biasanya sering ditingkatkan melalui proses treatment untuk menghasilkan warna yang diinginkan. Warna yang paling populer adalah biru, tetapi di alamnya, batu Topaz berwarna biru biasanya warna birunya pucat, tidak muda atau tua. Warna biru cerah dari batu Topaz biasanya dihasilkan dengan cara buatan. Batu Topaz melalui proses treatment Irradiated (batu melalui proses radiasi untuk memperbaiki, memperkuat, atau mengubah warnanya) lalu kemudian biasanya dipanaskan, untuk menghasilkan warna biru yang mencolok. Ada aturan ketat mengenai penanganan pada batu permata yang melalui proses treatment Irradiated, untuk menjamin keamanan pedagang dan pembeli permata. Batu Topaz yang telah ditingkatkan ini, dengan warna biru tua dikenal sebagai “London Blue Topaz”; biru menengah disebut “Swiss Blue Topaz”; dan biru muda disebut sebagai “Sky Blue Topaz”. Treatment warna biru ini biasanya dilakukan pada batu permata yang berwarna biru keabu-abuan atau abu-abu perak. Warna biru tua lebih berharga karena lebih banyak energi yang dibutuhkan ketika proses treatment untuk menghasilkan warna yang lebih tua dan gelap. Batu Topaz dengan warna cokelat oranye biasanya dihasilkan dengan treatment Heated (batu dipanaskan pada suhu yang tinggi untuk meningkatkan warna dan kejelasannya. Treatment ini biasanya dilakukan pada batu mulia jenis Sapphire, Ruby, Tanzanite, Apatite dan Zircon biru). Proses ini telah diterima secara luas, karena menghasilkan perubahan warna yang permanen, namun treatment ini harus dinyatakan dan diungkapkan oleh para pedagang permata. Batu Topaz natural dengan warna merah muda sangat langka dan biasanya warna merah mudanya pucat.

Batu Topaz juga bisa dilapisi untuk mengubah warnanya. Treatment pelapisan ini sifatnya tidak permanen dan secara bertahap warnanya bisa memudar dari waktu ke waktu. Batu yang telah diperlakukan dengan cara ini tidak boleh kembali dipotong, karena lapisan akan terlepas dan mengungkap warna lain (warna aslinya) yang ada di dalamnya. Treatment pelapisan ini menghasilkan batu dengan warna-warni yang dikenal sebagai “Mystic Topaz”. “Azotic Topaz” adalah batu Topaz berwarna putih yang warnanya telah ditingkatkan dengan melapisinya dengan film tipis yang memberikan warna pelangi. Nama ini berasal dari nama perusahaan yang telah mematenkan proses Azotic. Batu Topaz juga dilapisi untuk menghasilkan warna merah muda yang hidup dan untuk menghasilkan imitasi dari “Imperial Topaz”. Batu Topaz berwarna putih juga bisa melalui proses treatment Diffused (treatment ini melibatkan pemanasan batu permata menggunakan satu atau beberapa bahan kimia. Difusi ini akan berdampak pada permukaan batu atau bahkan sampai menembus kisi-kisi kristal; banyak batu jenis Star Sapphire yang menggunakan treatment ini untuk meningkatkan efek Star atau bintangnya). Treatment ini biasa dilakukan untuk menghasilkan “Green Topaz”, tetapi treatmentnya hanya mengubah warna permukaannya, sehingga jika batu permata tersebut kembali dipotong, warna aslinya akan terungkap.

Apapun model treatmentnya, semua pedagang batu permata harus jujur mengungkapkan dan menjelaskan treatment yang telah dilalui batu permata yang dijualnya. Beruntung jika Anda menemukan batu permata yang ternyata masih natural, tanpa melalui proses treatment.

Batu Topaz bisa mirip dengan batu permata lainnya tergantung dengan warna. Bahkan, orang-orang Yunani kuno dianggap telah menemukan Topaz, padahal Chrysolite. Batu Topaz dengan warna cokelat oranye dan Imperial Topaz mirip dengan Citrine, Zircon, Chrysoberyl, Golden Beryl dan batu Safir (Sapphire). Batu Topaz berwarna merah muda mirip dengan Morganite, Tourmaline, Kunzite, Rose Quartz dan Spinel. Batu Topaz berwarna kuning bisa mirip dengan Chrysoberyl, Heliodor, Zircon dan Yellow Sapphire. Batu Topaz dengan warna biru mirip dengan Aquamarine, Zircon, Spinel dan Euclase. Batu Topaz berwarna putih memiliki karakteristik yang sama dengan dengan Berlian (Diamond), Zircon, Rock Crystal dan Goshenite. Batu Topaz secara kimia terkait dengan Sillimanite, Andalusite, Kanonaite, Kyanite dan Mullite.


Lokasi Penambangan Batu Topaz:
Deposit batu Topaz telah ditemukan di Brazil, Afghanistan, Australia, Myanmar (Burma), China, Germany, Japan, Madagascar, Mexico, Namibia, Nigeria, Pakistan, Russia, Zimbabwe, Sri Lanka, Ukraine dan United States. Light Blue Topaz atau batu Topaz dengan warna biru muda natural ditemukan di Irlandia Utara dan Inggris. Kristal Topaz besar telah ditemukan di Minas Gerais (Brazil) dan Ukraine.


Penggunaannya Sebagai Perhiasan:

Batu Topaz bisa dibuat menjadi berbagai model perhiasan karena sifatnya yang fleksibel. Sangat ideal untuk cincin, kalung, gelang dan liontin dan dapat dibentuk menjadi apapun. Seperti juga Berlian (Diamond), batu Topaz juga harus dilindungi dari pukulan keras oleh pengaturan perhiasan jika digunakan untuk sehari-hari. Hal ini diharuskan karena satu pukulan saja dapat menyebabkan patah, karena memiliki Cleavage yang sempurna. Batu Topaz tergolong sangat keras (8 skala Mohs), sehingga daya tahannya terhadap goresan cukup baik (harap dibedakan antara pukulan dan goresan).

Perawatan Batu Topaz:

Seperti halnya Berlian (Diamond), batu Topaz memiliki bentuk Cleavage yang sempurna, yang berarti bahwa satu pukulan keras dapat menyebabkan batu terbelah. Oleh karena itu, penggunaan bezel pelindung sangat dianjurkan, bukan menggunakan setting Prong untuk cincin yang dipakai sehari-hari. Tingkat kekerasan batu Topaz yang berada pada 8 skala Mohs membuatnya tahan lama dan tahan gores. Untuk membersihkan batu Topaz, cukup gunakan air sabun dan kain yang lembut. Pastikan untuk membilas dengan bersih untuk menghilangkan sisa-sisa residu sabun. Seperti kebanyakan batu permata lainnya, penggunaan pembersih ultrasonik dan pembersih uap (Steam Cleaner) sangat tidak dianjurkan. Selalu lepas perhiasan atau batu permata sebelum berolahraga, membersihkan rumah atau beraktivitas berat lainnya. Simpan batu Topaz berjauhan dari batu permata lainnya untuk menghindari terjadinya gesekan. Cara terbaik untuk menyimpan batu Topaz adalah dengan membungkusnya menggunakan kain yang lembut atau menempatkannya di dalam kotak perhiasan yang berlapis kain.

sumber Artikel : http://hargabatu.com/batu-topaz
 
ibs(idblogsite)
Copyright © 2013. iNDOTOKO Template Allright reserved.